CIYUS LOH KEPO? SELAMAT DATANG DEH.! ^__^ Multicursor - Busy
Tuesday, August 27, 2013

Bangkitlah Pers Mahasiswa

“Bangkitlah Pers Mahasiswa”, pesan singkat yang disampaikan oleh Drs. Sri Mulyadi, M. M. (Mbah Mul :red), Dr. Ali Imron Al Ma’ruf, M.Hum, Drs. Gunawan Witjaksana, M.Si (Pak Gun), Muhajir S.Pd, M.Hum. Beliau-beliau adalah pakar jurnalistik yang tentunya sudah banyak dikenal.
Pembukaan Pelatihan Pers Kampus Mahasiswa di Wilayah KOPERTIS VI
Senin-Rabu, 26-28 Agustus 2013, bertempat di Hotel Le Beringin Salatiga terselenggara Pelatihan Pers Kampus bagi Mahasiswa KOPERTIS Wilayah VI Tahun 2013. 60 mahasiswa dari 60 PTS di Wilayah KOPERTIS VI mengikuti pelatihan tersebut, dari total 240-an PTS yang ada. Untuk kepanitiaan, KOPERTIS VI memberi kepercayaan kepada ibu Endang Surastuti, SH sebagai ketua panitia.
Alasan diselenggarakannya acara ini tentu saja selain ini adalah agenda rutin KOPERTIS VI, juga sebagai stimulan bagai mahasiswa PTS untuk membangun pers kampus mahasiswa. Untuk apa harus ada pers mahasiswa? Mbah Mul dan Pak Gun mengungkapkan bahwa banyak pers kampus yang redup, pingsan, bahkan menemui ajal. Celakanya, kemunduran pers mahasiswa bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi sosial negara, mahasiswanya sendiri, akan tetapi sampai pada stakeholder PT itu sendiri. Padahal keberadaan pers mahasiswa memegang peran penting dalam proses edukasi dalam PT, bahkan berperan dalam pembangunan negara.
Antusiasme peserta pelatihan pada materi yang disampaikan
Masalah yang timbul dari kegiatan rutin ini adalah belum adanya follow up dari penyelenggara. Walaupun sebagaimana diketahui, KOPERTIS berifat sebagai pemantik. KOPERTIS  bukan bos dari PTS. Sebaliknya PTS bukan anak buah dari KOPERTIS. Sehingga perlu adanya kesadaran kesungguhan dari pengelola PTS akan tanggung jawabnya sebagai orang tua mahasiswa.
Follow up atau upgrading adalah tanggung jawab bersama baik mahasiswa, PTS dan KOPERTIS. Harapannya acara ini bukan hanya menjadi agenda tahunan yang lebih mengejar LPJ keuangan dari pada  LPJ moral atas kualitas mahasiswa yang mengikuti pelatihan.  Dari keterangan Mbah Mul menambahkan pers mahasiswa sedikit berbeda dari pers umum. Salah satunya ditinjau dari  segi analisis permasalahan yang dilakukan. Jika kita tahu bersama, saat ini terjadi politisasi pers. Ditambah dengan pernyataan Diryo Suparto S.Sos, M.Si bahwa pers sudah menjadi salah satu mesin politik (yang tidak netral) di negara ini. Terlebih lagi, yang terjadi pada media elektronik. Bisa kita lihat, bagaimana stasiun televisi selalu mencitrakan positif (terkesan membela) pemiliknya. Ditambah lagi tidak bermutunya tayangan-tayangan yang sekarang ini ada.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa KOPERTIS VI sangat berharap peserta peltihan ini menjadi reporter atau wartawan yang benar-benar independen. Pers mahasiswa yang dapat menjadi contoh bagi pers umum. Bernostalgia bagaimana pers dan mahasiswa mengantar negeri ini kepada kemerdekaan.
Menurut beberapa aktivis mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut, pelatihan kali ini lebih mirip seminar, fasilitas yang diberikan terlalu mewah, dan kebersamaan peserta yang kurang. Obi Suharjono,utusan UNWIKU Purwokerto dan Muh. Darmanto, utusan dari UPS Tegal sepakat menambahkan "Semoga agenda tahunan ini selanjutnya bisa diadakan secara lebih sederhana, dan untuk peserta ditekankan kebersamaannya". Pers dilatih untuk menjadi survivor, bukan elitis yang terbiasa dengan fasilitas mewah.

0 comments:

Post a Comment