Tuesday, August 27, 2013
Ikon Wisata di Kabupaten Semarang
Berwisata
sejarah di kabupaten Semarang, ada yang kurang bila tidak menyinggung wisata
Candi Gedong Songo. Cagar budaya yang terletak di gunung Ungaran ini tidak
habis-habisnya memanjakan para pengunjung dengan keindahan alamnya.
![]() |
Gambar Candi Gedong Songo (Dikutip dari :
|
Nama Candi Gedong Songo sendiri terdiri dari dua kata yaitu “candi” yaitu bangunan kuno yang dibuat dari batu (sebagai tempat pemujaan, penyimpana abu jenazah raja-raja, pendeta-pendeta Hindu atau Buda). Sedangkan kata “songo” berasal dari bahasa jawa yang berarti sembilan. Meskipun arti sebenarnya candi tersebut berjumlah sembilan, kenyataanya tidak demikian. Saat kita mengunjungi yang sebenarnya, hanya menemui 5 candi yang nampak. Sampai sekarang belum ada jawaban keberadaan dari sisa candi lainya.
Candi
Gedong Songo terletak di desa Bandungan, kecamatan Ambarawa, kabupaten
Semarang. Meski di lereng gunung Ungaran, namun tidak menyurutkan pengunjung
untuk berwisata.
Saat
pengunjung memasuki wisata ini, akan tercengang dengan penampakan gunung di depan
mata. Untuk menuju candi pertama, pengunjung harus menempuh jalan yang
menanjak. Maka, bila ingin menikmati pemandangan di candi paling atas
pengunjung harus menyiapkan stamina tubuh yang cukup. Namun, bila pengunjung
tidak mau kelelahan sebelum sampai tujuan, wisata Candi Gedong Songo
menyuguhkan transpotasi kuda. Dengan tarif yang cukup murah, maka si kuda akan
mengantarkan pengunjung ke tempat yang dituju. Bukan hanya itu, bila pengunjung
merasa haus atau lapar, pedagang kaki lima siap menunggu pembeli di
pinggir-pinggir jalan menuju candi.
Semua
bangunan candi memiliki arti tersendiri.
Namun, ada beberapa ornamen candi yang sudah mengalami renovasi karena
ada bangunan yang runtuh sebab usia dan juga akibat kebakaran beberapa tahun
silam.
Menurut
masayarakat sekitar masih mempercayai kemistikkan yang ada di dalam candi
tersebut. Apalagi bila sudah di sumber air belerang dari gunung Ungaran.
Pengunjung tidak diperbolehkan mendekat dan berfoto. Air belerang sudah tercium
dari jarak beberapa meter dari sekitarnya. Pengunjung datang bisa menikmati
kolam renang yang berada di wisata tersebut dengan spesial air hangat asli dari
sumber belerang. Konon air belerang tersebut dapat menyembuhkan penyakit kulit
seperti gatal-gatal atau panu. Biasanya mereka berendam dalam kolam renang
tersebut atau meminumnya. Tidak sedikit dari pengunjung yang membawa pulang air
tersebut. Mereka akan memasukkan air tersebut ke dalam botol air miniral.
Setetelah sampai pada candi terakhir mata pengunjung
akan dimanjakan dengan panorama alam yang luar biasa. Tepat pada arah selatan
dari candi tersebut pengunjung bisa melihat pemukiman disekitarnya. Bergeser ke
barat maka terlihat pasar Sumowono, dimana itu adalah pusat jual beli untuk
beberapa daerah disekitarnya.
Dengan tampilan
fasilitas dan tambahan bangunan-bangunan baru wisata Candi Gedong Songo semakin
menarik pengunjung. Bukan hanya wisatawan lokal, ada juga wisatawan dari manca
negara. Selebihnya wisata sejarah juga dapat sebagai pembelajaran bagi keluarga
yang mengunjungi.
Bangkitlah Pers Mahasiswa
“Bangkitlah
Pers Mahasiswa”, pesan singkat yang disampaikan oleh Drs. Sri Mulyadi, M. M.
(Mbah Mul :red), Dr. Ali Imron Al Ma’ruf, M.Hum, Drs. Gunawan Witjaksana, M.Si
(Pak Gun), Muhajir S.Pd, M.Hum. Beliau-beliau adalah pakar jurnalistik yang
tentunya sudah banyak dikenal.
![]() |
| Pembukaan Pelatihan Pers Kampus Mahasiswa di Wilayah KOPERTIS VI |
Alasan
diselenggarakannya acara ini tentu saja selain ini adalah agenda rutin KOPERTIS
VI, juga sebagai stimulan bagai mahasiswa PTS untuk membangun pers kampus
mahasiswa. Untuk apa harus ada pers mahasiswa? Mbah Mul dan Pak Gun
mengungkapkan bahwa banyak pers kampus yang redup, pingsan, bahkan menemui
ajal. Celakanya, kemunduran pers mahasiswa bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi
sosial negara, mahasiswanya sendiri, akan tetapi sampai pada stakeholder PT itu
sendiri. Padahal keberadaan pers mahasiswa memegang peran penting dalam proses
edukasi dalam PT, bahkan berperan dalam pembangunan negara.
![]() |
| Antusiasme peserta pelatihan pada materi yang disampaikan |
Follow
up atau upgrading adalah tanggung
jawab bersama baik mahasiswa, PTS dan KOPERTIS. Harapannya acara ini bukan
hanya menjadi agenda tahunan yang lebih mengejar LPJ keuangan dari pada LPJ moral atas kualitas mahasiswa yang
mengikuti pelatihan. Dari keterangan
Mbah Mul menambahkan pers mahasiswa sedikit berbeda dari pers umum. Salah
satunya ditinjau dari segi analisis
permasalahan yang dilakukan. Jika kita tahu bersama, saat ini terjadi
politisasi pers. Ditambah dengan pernyataan Diryo Suparto S.Sos, M.Si bahwa pers sudah
menjadi salah satu mesin politik (yang tidak netral) di negara ini. Terlebih
lagi, yang terjadi pada media elektronik. Bisa kita lihat, bagaimana stasiun
televisi selalu mencitrakan positif (terkesan membela) pemiliknya. Ditambah
lagi tidak bermutunya tayangan-tayangan yang sekarang ini ada.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa
KOPERTIS VI sangat berharap peserta peltihan ini menjadi reporter atau wartawan
yang benar-benar independen. Pers mahasiswa yang dapat menjadi contoh bagi pers
umum. Bernostalgia bagaimana pers dan mahasiswa mengantar negeri ini kepada
kemerdekaan.
Menurut beberapa aktivis mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut, pelatihan kali ini lebih mirip seminar, fasilitas yang diberikan terlalu mewah, dan kebersamaan peserta yang kurang. Obi Suharjono,utusan UNWIKU Purwokerto dan Muh. Darmanto, utusan dari UPS Tegal sepakat menambahkan "Semoga agenda tahunan ini selanjutnya bisa diadakan secara lebih sederhana, dan untuk peserta ditekankan kebersamaannya". Pers dilatih untuk menjadi survivor, bukan elitis yang terbiasa dengan fasilitas mewah.
Kopertis Wilayah VI Berikan Pelatihan Pers Kampus
Pers kampus merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang perkembangan kehidupan kampus.
Pers kampus merupakan ajang pelatihan dan pembelajaran jurnalis untuk menjadi
jurnalis profesional. Maka dari itu kopertis VI memiliki inisiatif untuk
melakukan perubahan cara berfikir mahasiswa dalam menanggapi sebuah masalah.
Pada tanggal 26-28Agustus 2013 di kabupaten salatiga tepatnya di hotel le
beringin kopertis tingkat VI menyelenggarakan pelatihan pers kampus untuk yang
kesekian kali. Mengingat bahwasannya pers merupakan pilar ke-4 dalam 4 pilar
demokrasi maka perlu adanya pelatihan untuk mahasiswa agar dalam menyampaikan
pendapat dan argumentasi lebih konstruktif.
Mahasiswa
merupakan elemen cendikiawan yang memiliki peran aktif untuk menunjang kemajuan
Bangsa dan Negara, bahkan bisa dikatakan sebagai agen of change. Bangsa
indonesia sudah mengalami beberapa kali atmosfir politik yang salah satunya
juga dipengaruhi oleh gerakan mahasiswa, dari zaman orde lama, orde baru,
reformasi dan sampai demokrasi pada saat ini. Mahasiswa merupakan sebuah
independensi sebuah balanes politik yang dianggap mampu untuk ikut
berpartisipasi untuk kemajuan kampus.
Dari pelatihan
yang diadakan oleh kopertis akan memberikan udara segar bagi PTS (Perguruan
Tinggi Swasta) yang belum memiliki LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) atau PTS yang
belum aktif untuk LPMnya. Dalam acara ini dihadiri oleh 60 PTS yang di wakili
PTS 1 mahasiswa, dari hasil statistik ini memang PTS dan mahasiswa sangat
berantusias untuk mengikuti acara dengan tujuan lebih baik. Dari hasil
wawancara dari salah satu mahasiswa yang mengikuti acra ini mengatkan bahwa
pelatihan ini sangat menunjang dalam LPM di PTS, karena pelatihan ini
memberikan kesempatan pada mahasiswa agar lebih baik dan dalam melakukan action
tidah salah jalur.
Selain itu dari
hasil wawancara dengan ketua panitia ibu Endang Surastuti, SH tentang manfaat
pers kampus bagi mahasiswa beliau menegaskan “ kami memberikan fasilitas untuk
mahasiswa yang suka menulis, suka jurnalistik atau yang ingin belajar jurnalis
agar dapat mengembangkan ilmunya dikampus masing-masing PTS”. Selain untuk
memberikan ilmu kopertis juga membereikan kesempatan untuk mengirim beritanya
kepada propertis sebagai barometer keberhasilan pelatihan pers kampus yang
telah dilaksanakan. Bu sulastri juga menambahkan dalam pelatihan pers kampus
juga akan diberikan sertifikat sebagai wujud apresiasi terhadap mahasiswa yang
telah mengikuti pers kampus selama 3 hari, selain itu untuk narasumbernya juga
sesuai dengan kompetensi masing-masing materi dan pelatihan yang nyata untuk
dapat mempraktekan langsung dan dievaluasi agar kedepan mahasiswa sudah
memiliki pengalaman dalam meliput berita.
Maka dapat
disimpulkan bahwasannya pelatihan pers mahasiswa mempunyai dampak yang positif
dan luarbiasa bagi mahasiswa untuk mengembangkan Pers di kampus masing-masing
agar terjadi keseimbangan antara intelektualitas akademik dan intelektual non
akademis atau yang biasa disebut dengan kemampuan mengembangkan diri. Semoga
dengan diadakan pelatihan ini akan terdapat jurnalis-jurnalis yang handal dan
independen.
Dilema Teknologi Internet
Teknologi
dari waktu ke waktu semakin berkembang. Perkembangan teknologi diiringi oleh
perkembangan ilmu pengetahuan. Teknologi yang diciptakan oleh manusia bertujuan
untuk membantu mempermudah pekerjaan. Dari awalnya manusia menciptakan
teknologi dari yang paling sederhana hingga saat ini paling canggih. Teknologi
dikatakan sederhana karena masih menggunakan komponen yang sederhana, selain
itu juga mekanisme pembuatannya sangat mudah serta kerjanya yang terbatas.
Tetapi sederhana itu ada karena ada perbandingannya yang disebut canggih.
Teknologi di katakan canggih karena teknologi tersebut dapat bekerja dengan
baik dan hampir mengalahkan kinerja dari manusia. Pada dasarnya teknologi
adalah untuk membantu pekerjaan manusia tetapi sekarang pekerjaan manusia dapat
digantikan oleh teknologi.
Berebicara
mengenai teknologi komputer rasanya tidak akan ada habisnya. Teknogi komputer
hampir setiap hari mempunyai pembahasan di berbagai forum dan tulisan
masyarakat. Komputer merupakan salah satu hasil karya manusia yang dari sisi
teknologi mendapat banyak tempat di hati masyarakat. Komputer dapat melakukan
pekerjaan manusia dengan cepat. Komputer dapat memberikan hiburan melalui
game-game dan aplikasi-aplikasi menarik. Dari berbagai kelebihan-kelebihan yang
di punyai komputer menjadi komputer dari tahun ketahunmengalami perkembangan.
Saat
ini komputer nampaknya menggantikan guru dan buku sebagai sumber ilmu. Mengapa
bisa demikian? Teknolgi komputer yang sudah canggih sekarang membawa manusia
pada era serba mudah.Saat ini kita dapat memperoleh berbagai ilmu dan informasi
dengan komputer yang terhubung dengan internet. Mengerjakan tugaspun begitu
mudahnya dengan bantuan internet. Lantas bagaimana nasib buku dan guru? Tidak
dipungkiri buku saat menjadi tidak menjadi referensi satu-satunya digunakan
oleh pelajar dan mahasiswa. Pelajar lebih suka membuat tugas dengan mencari
referensi di internet, mahasiswa membuat makalah mencari refesensi di
internet.Mendapatkan informasi serba ada di internet membuat masyarakat manja.
Dengan kemudahan tersebut sekarang tak perlu pusing-pusing mencari buku yang
digunakan cukup dengan internet.
Teknologi
selain memberikan efek positif ternyata dapat bersifat negatif , jika kita
tidak pandai dalam menyikapinya. Seperti hipnotis, internet kadang-kadang
membuat dilema. Jika kita hanya menggunakan kemudahan yang diberikan oleh
internet secara langsung kita kan dilemahkan dan dibuat menjadi manusia malas.
menjadi malas karena tidak mau terbiasa bekerja keras. Semua yang dibutuhkan
serba ada di internet. Tetapi sebernarnya jika kita meggunakan internet dengan
bijak internet dapat digunakan sebagai pendudkung setelah kita tidak
mendapatkan informasi dari guru kita dan dari buku, maka internet dapat
digunakan sebagai alternatif ketiga. Tetapi yang salah saat ini dengan
kemudahan yang diberikan oleh internet membuat dilema dalam masyarakat.
Terkadang tanpa berfikir panjang internet digunakan alternatif utama dan paling
awal oleh masyarakat dalam mencari informasi. Padahal keabsahan dan keakuratan
data yang didapatkan di internet belum diuji dan diakui.
Yang
menjadi permasalahan baru saat ini dengan munculnya teknolgi canggih dalam
kehidupan masyarakat adalah plagiatisme. Plagiatisme adalah kegiatan mengkopi
atau menjiplak karya tulis orang lain. Dalam dunia akademik plagiatisme
merupakan hal yang sangat diharamkan kerena kegiatan plagiatisme dapat
disaamakan dengan mencuri atau mengambil hak milik orang lain. Pelaku plagiatisme pun menjadi
semakin marak didukung rasa malasnya korektor dalam mengoreksi tulisa.(malas=efek
negatif dari internet). Pelaku plagiatisme semakin berani karena menganggap
tulisan atau tugas yang dia kumpulkan ke dosen tidak akan dikoreksi dengan
detail. Ada beberapa dosen atau pengajar yang tidak memberikan penilaian atau
koreksi tugas dengan baik. Bahkan beberapa pengajar dengan mudahnya mengoreksi
tugas mahasiswa dengan hanya melihat dari segi kuantitas seberapa banyak
halaman yang dikerjakan oleh mahasiswa tanpa melihat kualitas dari isi tugas
tersebut.
Membuat tema WordPress dengan Artisteer
Artisteer
dapat membantu Anda segera membuat tema WordPress profesional tanpa
memiliki bakat artistik atau berjuang dengan Photoshop, Dreamweaver, HTML dan
CSS. Artisteer secara otomatis membuat desain tema khas bahwa Anda dapat
menyesuaikan dan menyelesaikan dengan selera Anda.
Berikut ini menjelaskan bagaimana Anda dapat dengan cepat membuat tema besar WordPress:
Berikut ini menjelaskan bagaimana Anda dapat dengan cepat membuat tema besar WordPress:
1. Jalankan Artisteer, kemudian tekan
tombol "Suggest Design" tombol beberapa kali, sampai Anda melihat
tema WordPress ide yang Anda sukai.
Manfaat Pelatihan Pers Kampus 2013
| Peserta berlatih wawancara pada pelatihan pers kampus mahasiswa |
Pelatihan yang di adakan di hotel Le Beringin Salatiga dari tangal 26 -28 agustus 2013 diikuti sekitar 60 Mahasiswa dari beberapa PTS Kopertis Wilayah VI (Jawa Tengah). Tujuan dari kegiatan ini diantaranya : 1. Memberikan pelatihan redaksional, 2.
Memotivasi peserta untuk mengembangkan media informasi kampus yang menjujung
tinggi keluhuran nilai – nilai jurnalistik, 3. Memotivasi terbentuknya sebuah
lembaga pers mahasiswa yang kompeten, 4. Saling bertukar pengalaman antar peserta
pelatihan.
Menurut salah satu
dari peserta PTS Kopertis wilayah VI Tahun 2013 yang bernama “Fauziah U.A” Dari
Universitas Stikes Telogorejo Semester 3 Setelah mengikuti acara ini beliau
berharap “ Kalau setelah mengikuti acara ini beberapa universitas yang di
universitasnya telah memiliki pers
kampus agar pers tersebut dapat
hidup lagi dan tidak mati suri.
Sedangkan untuk universitas dari yang tidak memiliki pers kampus
diharapkan setelah mengikuti acara ini dapat memunculkan pers kampus
dikampusnya & ilmunya dapat berguna sampai kapanpun dan ilmunya dapat
dishare kepada para mahasiswa yang berminat mengikuti pers kampus. Fauziah juga memberi tanggapan mengenai kinerja dari panitia kopertis yangmana acara ini tidak
menarik atau menjenuhkan dikarenakan tidak adanya acara games, serta tidak ada
acara pendekatan antar anggota sehingga acara untuk mempererat hubungan
antar anggota terasa kurang. Dan disisi waktu acaranya
tidak ontime menurut beliau, sehausnya dari pihak panitia menyiapkan waktu
tersendiri untuk menjawab, sehingga tidak menggangu presentasi”. Dengan
dilaksanakannya pelatihan pers kampus bagi mahasiswa PTS diharapkan mahasiswa dapat menjadi
jurnalis yang bagus dan lulus menjadi seorang jurnalis profesional karena pers
kampus menjadi ajal pembelajaran dan pelatihan
menjadi jurnalis profesional. Menurut Fauziah “Sebaiknya panitia bisa lebih ontime , dan
pada saat presentasi pembicara harusnya dapat dipertegas lagi antara season tanya
jawab dan presentasi, serta beliau menambahkan kedepan mungkin panitianya lebih
baik lagi dan panitia penyeleksiannya lebih menantang dikarenakan pada acara
tersebut banyak diantara para peserta yang hanya menjadi penonton dan tidak menjadi peserta yang
harusnya kritis dan tanggap dalam mengikuti acara tersebut. Serta seharusnya jangka waktu yang diberikan
tidak 3 hari melainkan lebih dari 3 hari seperti 5 – 7 hari dikarenakan
jurnalistik tidak hanya melalui teori saja melainkan jurnalistik itu haruslah
banyak pada prakteknya”. Sedangkan menurut Bagus Permadi dalam pelatihan Pers mahasiswa, “baiknya waktu
yang ada diperpanjang serta kuota peserta diperbanyak, karena dalam pelatihan
pers mahasiswa ini menurutnya sangat bagus untuk masukan bagi kampusnya, karena selama ini dikampusnya
belum ada pers mahasiswa serta mengajarkan berani mengemukakan pendapat atau
argrumen di muka publik. Bagus Permadi menyatakan bahwa dalam pelatihan pers
saat ini banyak peserta yang kurang
disiplin serta manajemen waktu yang kurang , dalam mempublikaikan acara menurut
Bagus Permadi sangatlah kurang dalam
pendekatan kampus”.Sementara itu, pendapat
lain diutarakan oleh Arter (anggota kelompok 3) bahwasanya secara umum materi
yang diberikan bagus dan bermanfaat. Namun, diharapkan kedepannya pemateri dan
materi yang disampaikannya lebih menarik dan tidak menjenuhkan. Tambahnya,
bahwa setelah pulang dari akan membagikan ilmu dan pengalamnnya dengan
memngupayakan berdirinya Pers di kampusnya yaitu STIE Pelita Nusantara.
Subscribe to:
Posts
(Atom)




